PETUNJUK TROUBLESHOOTING

PETUNJUK TROUBLESHOOTING

1. Kerusakan mesin selain system EFI
1. Tegangan baterai, fuse atau fusible link putus
2. Body earth
3. Kebocoran bahan bakar, saringan bahan bakar tersumbat atau pompa bahan bakar rusak.
4. Kerusakan busi, kabel busi putus, distributor rusak, igniter rusak atau kesalahan pengapian.
5. Masukan udara

2. Kerusakan yang berhubungan dengan system EFI yang disebabkan kabel kurang erat terhubung.
1. Periksa dan pastikan terminal tidak terlepas.
2. Pastikan konektor terhubung pas dan terkunci
3. Periksa setiap gejala kerusakan dengan cara menggoyang-goyangkan setiap hubungan konektor.

3. Waktu pengapian yang tidak tepat, yang harus diperiksa :
1. Pastikan terminal baterai terhubung dengan benar
2. Periksa kabel busi
3. Pastikan terminal ignition Coil dan system pengapian terhubung dengan benar

Pemeriksaan Kode Diagnosis
1. Periksa kode diagnosis
Ketika mesin mulai jalan dan check engine lamp menyala, hal ini menandakan adanya kerusakan pada system.
2. Pembacaan kode diagnosis
Catatan :
· Lihat halaman EF-4
· Jika system mendeteksi adanya kerusakan lihat hal EF-18 “Troubleshooting According to Diagnosis System”.

Pemeriksaan Sirkuit Power Supply
1. Periksa fuse dan fusible link
Jika fuse putus, lakukan petunjuk sesuai petunjuk troubleshooting.
2. Periksa relay utama EFI
a. Periksa suara operasi relay ketika kunci kontak diputar ke posisi ON
b. Keluarkan relay utama EFI dari relay box, kemudian periksa hubungan antara terminal 1 dan 2
Spesifik tahanan : 40 – 100 Ώ.
c. Periksa hubungan antara terminal 3 dan 4 ketika terminal 1 dan 2 diberi tegangan sebesar 12 Volt
Catatan :
Jika kerusakan tidak dapat diatasi periksa kabel harnessnya.

3. Pemeriksaan Relay Pompa Bahan Bakar
a. Periksa suara operasi relay jika kunci kontak diputar ke posisi ON
b. Keluarkan relay pompa bahan bakar dari relay box. Periksa hubungan antara terminal 1 dan 2.
Spesifik tahanan : 40 -100 Ώ.
c. Periksa hubungan antara terminal 3 dan 4 ketika terminal 1 dan 2 diberi tegangan sebesar 12 Volt.

Pemeriksaan Sistem Pengapian
1. Hubungkan timing light ke kabel pengapian pada silinder 1
2. Periksa tanda waktu pengapian pada pulley crankshaft dan harus sesuai dengan indikatornya.
Nilai spesifik : 0 ± 2º BTDC / at idle
Catatan :
· Keluarkan penutup saringan udara
· Hubungkan terminal test dan earth terminal dengan kabel pada konektoe diagnosis.

3. Keluarkan busi
4. Periksa elektroda wear dari kerusakan insulator
5. Ukur elektroda gap menggunakan plug gap gauge
Nilai spesifik : 0.9 – 1,0 mm (NGK, Denso)
6. Periksa tahanan distance piece busi dan kabel pengapian dengan spesifikasi :
Distance piece 1 : 0,3 Ώ atau kurang
Kabel pengapian 2 : 3,8 kΏ
Kabel pengapian 3 : 5.6 kΏ
Catatan :
Lepas hasil pengapian dari silinder head cover, kemudian keluarkan kabel distance piece.

7. Periksa tahanan Ignition Coil dengan spesifikasi :
Secondary koil : 13,6 – 2,0 kΏ

Pemeriksaan Tekanan Kompresi
1. Untuk sementara lepas relay utama dan relay bahan bakar
2. Pasang compression gauge ke dalam lubang busi
3. Tekan penuh pedal gas
4. Ketika mesin berputar, ukur tekanan kompresi.
Tekanan minimum : 1030 kPa pada 300 rpm
Catatan :
gunakan selalu baterai dengan tegangan penuh ketika kecepatan mencapai 300 rpm.

Pemeriksaan Sistem Bahan Bakar
1. Dengan sound scope periksa apakah ada suara pada injector ketika mesin menyala atau berputar.
Catatan :
· Bila tidak ada sound scope, gunakan obeng atau semacam injector dengan demikian dapat dirasakan getaran operasinya.
· Jika injector tidak mengeluarkan suara, periksa wiring dan konektornya sesuai dengan petunjuk prosedur.

2. Lepaskan konektor injector dari kabel mesin
3. Ukur tahanan tiap terminal injector
Spesifik tahanan : 11 – 17 Ώ ( pada 20º C )
4. Gunakan test lamp ( 12 V 6 W ), lampu akan menyala ketika mesin distarter atau berputar seperti di ilustrasikan pada gambar. Jika lampu tidak menyala periksa wiring harness dan RCU output.
5. Keluarkan pipa saluran bahan bakar dan keluarkan injector
6. Keluarkan injector grommet dan O-ring
Catatan :
Periksa apakah ada kerusakan pada injector grommet.

7. Gunakan SST, pasang injector masukkan ke alat ukur seperti dalam gambar.
SST :
1. 09268-87701-000
2. 09268-87702-000
3. 09842-30070-000
Catatan :
· Pasang grommet baru pada injector
· Psang O-ring baru pada O-ring seal section
· Psang hose bands ke rubber hose conection

8. Lepaskan relay pompa bahan bakar, kemudian hubungkan terminalnya dengan kabel, seperti dalam gambar.
9. Putar posisi saklar ke posisi ON
10. Hubungkan kabel SST ke terminal baterai selama 15 detik
11. Ukur bahan bakar yang terkumpul didalam tabung pengukur.
Jumlah spesifik bahan bakar : Approx. 42-48 ml
Variasi tiap injector : 5 ml atau kurang
Catatan :
· Pasang vinyl hose pada setiap ujung injector untuk mencegah tumpahan bahan bakar.
· Lakukan pengukuran dua atau tiga kali untuk setiap injector
· Sebelum injector dilepas, pastikan kunci kontak pada posisi OFF
· Ketika melepas injector gunakan penutup yang sesuai untuk menghindari tumpahan bahan bakar.
· Sebelum melakukan test lakukan Air Bleeding pada fuel hose.

12. Pastikan tidak ada kebocoran bahan bakar dari nozzle injector ketika kabel SST dilepas dari terminal baterai
Spesifikasi : kurang dari satu tetes bahan bakar tiap menit
Catatan :
Ganti injector jika terjadi kebocoran berlebihan.

13. Putar posisi kunci kontak ke posisi OFF
14. Lepas hose band pada saringan bahan bakar
15. Hubungkan pipa bahan bakar ( sekitar 2 meter ) ke saringan bahan bakar
16. Masukkan selang bahan bakar ke tabung pengukur
Perhatian !
· Tekanan bahan bakar pada saluran bahan bakar sekitar 284 kPa, untuk itu lekas pindahkan pipa untuk menghindari tumpahan bahan bakar.
· Ketika bahan bakar mengalir, pastikan sambungan atau penutup saringan bahan bakar tertutup rapat sehingga bahan bakar tidak mengenai mesin atau komponen-komponen karet dari kendaraan.

17. Lepaskan relay pompa bahan bakar, kemudian sambungkan terminal-terminal dengan kabel, seperti dalam gambar.
18. Putar kunci kontak ke posisi ON selama 10 detik, kemudian matikan.
19. Ukur jumlah bahan bakar yang terkumpul di gelas ukur.
Spesifiksasi jumlah bahan bakar : 230 ml atau lebih
Catatan :
Periksa apakah ada kebocoran saluran bahan bakar dan sumbatan di saringan bahan bakar.

20. Lepaskan regulator tekanan bahan bakar dari saluran bahan bakar, kemudian pasang pressure gauge diantara regulator tekanan dan saluran pipa dari saringan bahan bakar seperti tampak dalam gambar.
SST : 09268-87701-000
09283-87703-000
21. Putar kunci kontak ke posisi ON
22. Periksa tekanan bahan bakar
Nilai spesifik : 284 ± 5 kPa
Catatan :
Jika tekanannya kurang, periksa pompa bahan bakar dan regulator tekanan.

23. Pemeriksaan kecepatan putar idle
1. Hubungkan tachometer ke terminal konektor diagnosis
2. Periksa kecepatan putar idle dengan nilai spesifikasinya.
Nilai referensi : sekitar 1400 rpm / 25º C
Catatan :
Kecepatan putar idle tidak dapat disesuaikan, jika kecepatan putar idle tidak sesuai dengan referensinya, periksa system udara tambahan sesuai dengan prosedur pemeriksaan.

3. Lepas penutup air cleaner dari throttle body
4. Starter mesin, periksa apakah ada udara pada saluran auxiliary air.

1. Gunakan jari untuk memeriksa auxiliary air valve port, pastikan kecepatan mesin akan turun.
2. Jika temperatur air pendingin diatas 70º C, gunakan jari untuk memeriksa auxiliary air port, pastikan kecepatan mesin tidak berubah.
Catatan :
Ganti throtlle body jika auxiliary air system rusak.

5. Periksa kecepatan putar idle, jika temperatur air pendingin lebih besar dari 80ºC
Nilai spesifikasi : Kendaraan M/T
800 ± 50 rpm
Kendaraan A/T
850 ± 50 rpm
Catatan :
Jika kecepatan putar tidak sesuai dengan spesifikasi, periksa unit ECU lihat hal EF – 41

TROUBLESHOOTING SESUAI DENGAN KODE DIAGNOSIS
Persiapan Troubleshooting dengan SST
EFI unit dapat diperiksa dengan mengukur tahanan atau tegangan pada SST terminal.
1. Lepas kabel dari terminal negative (-) baterai
Perhatian :
· Pastikan telah menyimpan kode kerusakan sebelum melepas kabel baterai, karena kode kerusakan tersebut akan terhapus jika kabel baterai dilepas

2. Lepas konektor wire harness dari konektor EFI ECU, konektor tersebut terletak dibawah dashboard di sisi depan.
3. Hubungkan SST diantara konektor wire harness dan konektor EFI ECU
SST : 09842-87706-000
4. Hubungkan kembali kabel ke terminal negative (-) baterai
Perhatian :
· Jika melepas atau menghubungkan konektor EFI ECU, pastikan telah melepas kabel dari terminal negative (-) baterai dan seluruh saklar aksesoris dalam keadaan mati.
· Ketika memasang baterai baru, jangan salah memasang terminal baterai, kesalahan pemasangan terminal menyebabkan kerusakan ECU.
· Sebelum menggunakan SST, pastikan telah memeriksa dalam posisi short atau open pada terminal SST.

KODE DIAGNOSIS NO.13
SIRKUIT DAN SENSOR CAM ANGLE

1. Pemeriksaan sensor cam angle
1. Lepaskan konektor pada sensor cam angle
2. Periksa tahanan pada sensor cam angle
Nilai spesifik : 205 – 255 Ώ
Catatan :
Jika nilai tahanan tidak sesuai dengan spesifikasi maka ganti generator sinyal sesuai IG section.

3. Pindahkan sementara relay utama EFI dari relay box
4. Periksa tegangan antara terminal cam angle ketika mesin berputar.
Nilai spesifik : sekitar AC 150 mV / 300 R.P.M
Catatan :
· Pembangkit tegangan harus diukur menggunakan voltmeter AC
· Atur gap jika hasil pengukuran tidak sesuai dengan nilai spesifikasinya. Lihat IG section

REFERENCE
1. Siapkan osiloskop
2. Hubungkan probe ke respective terminal
3. Periksa sinyal yang ditampilkan di osiloskop ketika mesin berputar.
Catatan :
Jika tidak ada sinyal, periksa air gap dari sinyal generator. Lihat IG section service manual.

3. Pemeriksaan kabel harness dan ground
1. Periksa ground jika terjadi kelonggaran atau korosi
2. Hubungkan konektor cam angle dan konektor wire harness
3. Hubungkan dengan SST
Catatan :
· Lihat EF- 18 “Preparation of Troubleshooting with SST”
· Lepas konektor antara SST dan EFI ECU

4. Ukur tahanan antara terminal SST 21 dan 53
Nilai spesifikasi tahanan : 205 – 255 Ώ
Catatan :
Jika masalah tidak dapat diatasi dengan perbaikan wire harness dan penggantian komponen, maka ganti ECU.

KODE DIAGNOSIS NO.24
SIRKUIT DAN SENSOR TAHANAN VARIABLE

Jika sinyal sensor tahanan variable 4,8 V atau lebih dan kurang dari 0,2 V ;
1. Periksa sambungan konektor
2. Matikan kunci kontak
3. Periksa wire harness
1. Hubungkan SST antara konektor ECU dan konektor wire harness
2. Pastikan tegangan antara terminal SST 56 dan 52 sesuai dengan nilai spesifikasinya jika kunci kontak diputar pada posisi ON.
Nilai spesifik : 0,2 V – 4,8 V
Catatan :
Jika tegangan pengukuran tidak sesuai dengan spesifikasinya, periksa wire harness.

3. Pastikan tegangan antara terminal SST 23 dan 52 sesuai dengan nilai spesifikasinya ketika kunci kontak pada posisi ON.
Nilai spesifik : 4,5 – 5,5 V
Catatan:
Jika tidak ada tegangan yang terukur, perisa sirkuit power supply ECU, ECU ground sirkuit dan wire harness.

4. Pemeriksaan unit sensor tahanan variable
1. Matikan kunci kontak
2. Lepas konektor sensor tahanan variable
3. Periksa tahanan antar terminal
Catatan :
· Pastikan menggunakan SST yang sesuai untuk memutar rotor.
SST : 09243-87201-000
· Jika nilai tahanan 0,14 kΏ atau lebih rotor berputar pada arah L dan 6,24 kΏ atau kurang rotor berputar pada arah R dengan demikian rotor telah berfungsi dengan benar.
· Jika kerusakan tidak dapat diatasi dengan perbaikan wire harness atau penggantian komponen, lihat halaman mengenai “Replacement of ECU”

KODE DIAGNOSIS NO.31
SIRKUIT DAN SENSOR TEKANAN

1. Pemeriksaan sensor tekanan
1. Hubungkan SST dengan konektor ECU dan konektor wire harness
2. Pastikan tegangan antara terminal SST 23 DAN 52 pada posisi kunci kontak ON sesuai dengan nilai spesifikasinya.
Nilai spesifik : 4,5-5,5 V
Catatan :
Jika tidak ada tegangan yang terukur, periksa sirkuit power supply ECU, ECU ground sirkuit dan wire harness.

3. Periksa tegangan antara terminal SST 24 dan 52 pada posisi kunci kontak ON dan pastikan sesuai dengan tegangan spesifikasinya.
4. Hubungkan sementara vacuum gauge ke saluran negative tekanan VSV untuk mengukur tekanan didalam intake manifold, selanjutnya nyalakan mesin dan jaga pada putaran idlingnya. Pada posisi ini pastikan alat ukur membaca tekanan dan tegangan antara terminal SST 24 DAN 52, yang dapat diketahui dengan menggunakan rumus :
V = 0,004 x P1 + 0,6
Dimana,
V : tegangan selama idling (V)
P1 : Tekanan di Intake manifold selama idling ( – mmHg ).
Perhatian :
Sensor tekanan hanya digunakan satu kali, karena ulir pada sensor tekanan akan rusak jika sensor tersebut dilepas.
Catatan :
· Ganti sensor tekanan jika tegangan pengukuran drop dari nilai spesifikasinya
· Jika tegangan pengukuran tidak sesuai dengan nilai spesifikasinya periksa wire harness.
· Jika kerusakan tidak dapat teratasi dengan memperbaiki wire harness atau penggantian komponen lihat EF-41 mengenai “Replacement ECU”.

KODE DIAGNOSIS NO.41
SIRKUIT DAN SENSOR POSISI THROTLLE

Kode diagnosis akan muncul jika sinyal dari sensor posisi throttle lebih dari 4,8 volt atau kurang dari 0,3 volt dalam waktu yang lama setelah mesin distarter.
1. Matikan kunci kontak ke posisi OFF, kemudian lepas konektor ECU. Pasang konektor SST diantara ECU dan konektor yang dilepas tadi.
2. Putar posisi kunci kontak ke posisi ON, ukur tegangan antar terminal pada konektor SST (lihat gambar).
3. Jika hasil pengukuran tidak sesuai dengan tegangan standart dalam table, periksa konektor sensor posisi throttle dan wire harness.
4. Putar kunci kontak ke posisi OFF, kemudian lepas konektor sensor posisi throttle.
5. Ukur tahanan antar terminal pada konektor sensor posisi throttle.
6. Ganti sensor posisi throttle jika hasil pengukuran tidak sesuai dengan nilai standartnya
7. Putar kunci kontak ke posisi ON, ukur tegangan dan tahanan antar terminal pada sisi wiring harness.
8. Jika hasil pengukuran tidak sesuai dengan nilai standaratnya, periksa apakah wiring harness dalam posisi open atau short sirkuit.
9. Jika kerusakan tetap ada setelah komponen dan wiring harness telah diganti, lihat EF-41 mengenai “Replacement ECU”.

KODE DIAGNOSIS NO. 42
SIRKUIT DAN SENSOR TEMPERATUR AIR

Jika sensor temperature air pada open atau short sirkuit
1. Periksa apakah semua konektor terhubung erat
2. Pemeriksaan wire harness
1. Pasang SST diantara konektor ECU dan konektor wire harness
2. Pastikan tegangan antara terminal SST 25 dan 52 sesuai dengan nilai spesifikasinya, ketika kunci kontak pada posisi ON
Catatan ;
Jika tegangan pengukuran tidak sesuai dengan nilai spesifikasinya, periksa wire harness.
3. Pemeriksaan sensor temperature air
1. Putar kunci kontak ke posisi OFF
2. Lepas konektor sensor temperature air
3. Buang air pendingin mesin
4. Lepas unit sensor temperature air
Catatan :
Pastikan perbaikan dan penggantian sensor dilakukan setelah intake manifold telah dilepas dari silinder head.

5. Periksa tahanan antara terminal X30 dan X31, apakah sesuai dengan nilai spesifikasinya. Lihat EF-27.
Catatan :
Jika kerusakan tidak dapat diatasi dengan memperbaiki wire harness atau penggantian komponen, lihat EF-41 mengenai “Replacement ECU”

KODE DIAGNOSIS NO.43
SIRKUIT DAN SENSOR TERMPERATUR UDARA MASUK

Jika sensor temperature udara masuk dalam open atau short sirkuit.
1. Periksa apakah konektor terhubung erat
2. Lepas konektor sensor temperature udara masuk
Catatan :
Sebelum konektor dilepas, pastikan posisi kunci kontak dalam posisi OFF.

3. Periksa tahanan antara terminal X33 dan X34 pada sensor temperature udara masuk, apakah sesuai dengan nilai spesifikasinya.

KODE DIAGNOSIS NO.44
SIRKUIT DAN SENSOR TEMPERATUR AIR CONDITIONER EVAPORATOR

Jika temperature air conditioner evaporator dalam open atau short sirkuit.
1. Periksa apakah konektor wire harness tersambung erat
2. Lepas konektor sensor temperature evaporator
Catatan :
Sebelum melepas konektor pastikan kunci kontak pada posisi OFF.

3. Periksa tahanan antar terminal.

Pemeriksaan wire harness
1. Pasang SST antara konektor ECU dan konektor wire harness.
2. Periksa tegangan antara terminal SST 3 dan 52, apakah sesuai dengan nilai spesifikasinya. Ketika kunci saklar pada posisi ON.
Referensi : 20º C, 1,8-2,9 V
Catatan :
· Jika tegangan pengukuran tidak sesuai dengan spesifikasinya. Periksa wire harness
· Jika kerusakan tidak dapat teratasi dengan memperbaiki wire harness atau penggantian komponen, lihat EF-41 “Replacement ECU”

KODE DIAGNOSIS NO.51
SWITHCING SINYAL SIRCUIT

Jika ECU mendeteksi adanya kerusakan pada switching sirkuit
1. Periksa konektor wire harness atau switching sirkuit, apakah telah tersambung erat.
1. Sirkuit sensor posisi throttle
2. A/C switch sirkuit
3. Neutral switch sirkuit (A/T)
Catatan :
· Kode ini tidak dapat disimpan
· Kode diagnosis ini dapat diindikasikan jika test terminal dihubungkan dengan earth terminal, seperti terlihat pada gambar.

2. Pemeriksaan wire harness dan switches
1. Pasang SST diantara konektor ECU dan konektor wire harness
2. Periksa apakah ada hubungan antara SST terminal 62 dan 38 posisi shift lever A/T pada posisi P atau N
3. Periksa tegangan antara terminal SST 20 dan 23 ketika throttle valve terbuka dan kunci kontak pada posisi ON
Nilai spesifik : 4,5 – 5,5 V
4. Periksa tegangan antara terminal SST 20 dan 54 ketika throttle valve tertutup penuh dan kunci kontak pada posisi ON.
Nilai spesifik 0,4 – 0,8 V
5. Periksa tegangan antara terminal SST 5 dan 62 ketika A/C switch pada posisi ON
Nilai spesifikasi : sesuai dengan tegangan baterai
6. Matikan kunci kontak, lalu lepas konektor pada sensor posisi throttle
7. Periksa tahanan antara terminal PSW dan VC pada sensor posisi throttle
Nilai spesifik : 2,5 – 6,0 kΏ
Catatan :
Jika kerusakan tidak dapat diatasi dengan perbaikan wire harness atau penggantian komponen, lihat EF 41 “Replacement ECU”

KODE DIAGNOSIS NO.52
SIRKUIT DAN SENSOR KECEPATAN KENDARAAN

Jika sensor kecepatan kendaraan dalam keadaan open atau short sirkuit.
1. Pemeriksaan reed switch
1. Lepas meter kombinasi
2. Ketika shaft speedometer drive berputar dalam satu putaran , pastikan terminal B10 dan B11 4 kali terhubung.
Catatan:
Sensor ini terdiri dari putaran shaped magnet rotary, yang berputar dengan kecepatan yang sama dengan kabel speedometer untuk menghubungkan atau memutuskan reed switch dan memungkinkan memberi masukan sinyal ke computer. Dalam 1 putaran speedometer dapat menghasilkan 4 buah pulsa.

2. Pemeriksaan wire harness
1. Hubungkan SST antara konektor ECU dan konektor wire harness.
2. Periksa tegangan antara terminal SST 7 dan 62, apakah sesuai dengan nilai spesifiknya ketika kendaraan berjalan.
Nilai spesifik : 0 – 5 V untuk sinyal pulsa.
Catatan :
· Jika tegangan hasil pengukuran 0 volt, periksa wire harness atau ada konektor yang terhubung singkat.
· Jika tegangan pengukuran tetap 5 volt, periksa wire harness atau ada konektor yang open sirkuit
· Jika kode diagnosis no.43 juga menyala, biasanya terjadi open sirkuit di intermittently atau lapisan penutupnya jelek
· Periksa earthbolt apakah longgar atau korosi.
· Jika kerusakan tidak dapat diatasi dengan perbaikan wire harness atau penggantian komponen, lihat EF-41 mengenai “Replacement ECU”

REPLACEMENT OF ECU / PENGGANTIAN ECU

Pemeriksaan
Catatan :
· Dalam mengganti ECU, pastikan kerusakan ECU tidak disebabkan oleh factor selain factor kerusakan yang ditunjukkan dalam petunjuk pemeriksaan, kemudian baru ganti ECU.
· Pengukuran tegangan dilakukan pada saat semua hubungan konektor terhubung.
Perhatian :
· Ketika ECU diganti dengan EFI ECU yang baru, gunakan master master key dan hubungkan test terminal dengan earth terminal untuk menyalakan mesin pada saat pertama kali. Mesin tidak akan menyala tanpa menggunakan master key.
· Jika EFI ECU diganti dengan EFI ECU yang tidak baru, mesin tidak akan menyala meskipun menggunakan master key, untuk detailnya lihat Immobilizer Manual.

1. Pemasangan SST
Lihat EF 18 “persiapan troubleshooting menggunakan SST”
2. Pengukuran tegangan dan tahanan
1. Ukur tegangan dan tahanan pada terminal yang akan diukur.
2. Periksa apakah hasil pengukuran tegangan dan tahanan tersebut sesuai dengan spesifikasi menurut “Characteristic of ECU output”

MENGGANTI ECU
1. Lepas kabel dari terminal negatif baterai
2. Lepas glove kompartement
3. Lepas konektor wire harness dari ECU
4. Lepas ECU dengan terlebih dahulu melepas mur dan baut pengaitnya
5. Pasang ECU baru
Perhatian :
Jangan menyentuh bagian dalam ECU. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan ECU
6. Pasang konektor wire harness ke ECU
7. Pasang glove kompartement
8. Pasang kabel terminal negative baterai

PEMERIKSAAN IDLE-UP CONTROL SYSTEM
WIRING DIAGRAM

Unit pemeriksaan
1. Lepas penutup saringan udara dan komponen yang lainnya
2. Lepas konektor idle-up VSV
3. Ukur tahanan antara terminal VSV
4. Pastikan nilai tahanan terminal sesuai dengan nilai tahanan spesifikasinya. Lihat gambar.
Catatan :
Jika nilai tahanan yang terukur tidak sesuai dengan nilai spesifikasinya, ganti idle-up VSV.

5. Gunakan Mityvac atau vacuum pump dengan tekanan negative sebesar 13,3 kPa (100 mmHg) ke VSV.
6. Periksa apakah tekanan negative yang digunakan pada langkah lima berubah menjadi 0, ketika tegangan dialirkan ke terminal VSV.
Catatan :
Jika tidak berubah, ganti idle-up VSV

PEMERIKSAAN SISTEM VSV no.1

1. Pasang SST diantara konektor EFI ECU dan konektor wire harness, lihat EF-18
2. Ketika mesin berputar, ukur tegangan antara terminal 60 dan 62.
Catatan :
· Pengukuran tidak boleh dilakukan dalam berbagai kondisi, tetapi dilakukan pada 1 kondisi saja.
· Jika hasil pengukuran tidak sesuai dengan nilai spesifikasinya, periksa dan perbaiki komponen yang berkaitan dengan system tersebut.

VSV no.2
1. Pasang SST diantara konektor EFI ECU dan konektor wire harness, lihat EF-18
2. Ketika mesin berputar, ukur tegangan antara terminal 59 dan 62.
Catatan :
· Sistem VSV ini hanya pada kendaraan A/T saja
· Jika hasil pengukuran tidak sesuai dengan nilai referensinya, periksa dan perbaiki setiap komponen yang berkaitan dengan system tersebut.

VSV no.3
1. Pasang SST diantara konektor EFI ECU dan konektor wire harness lihat EF-18
2. Ketika mesin berputar ukur tegangan antara terminal 58 dan 62. Nilai spesifikasi : 0,5 V atau kurang
Catatan :
· VSV ini digunakan untuk system Air Conditioner
· Jika hasil pengukuran tidak sesuai dengan nilai referensinya, periksa setiap komponen yang berkaitan dengan sistemnya.

PEMERIKSAAN SISTEM BAHAN BAKAR

Tangki Bahan Bakar
Unit pemeriksaan
1. Periksa tangki bahan bakar dari keretakan dan kebocoran
2. periksa saluran bahan bakar dari kerusakan dan kebocoran
3. Periksa apakah saluran dan penutup bahan bakar telah terpasang secara benar. Lihat gambar.
4. Periksa apakah ada kerusakan di penutup tangki dan gasket
Catatan :
· Jika tangki bahan bakar atau komonennya ada yang rusak, perbaiki atau ganti tangki bahan bakar
· Ganti gasket jika rusak, juga ganti penutup tangki bahan bakar jika rusak.

Pompa Bahan Bakar
Pemeriksaan

REMOVAL
Lepas kabel dari terminal negative baterai
Lepas tangki bahan bakar
Lihat BO section pada service manual
Perhatian :
Jangan nyalakan api dekat area kerja
3. Lepas pompa bahan bakar

PEMASANGAN
1. Pasang pompa bahan bakar baru ke tangki bahan bakar dengan gasket interposed baru
2. Kencangkan baut pengaitnya
Torsi pengencangannya : 1,5 – 2,5 Nm
3. Pasang tangki bahan bakar dan komponen yang terkait, lihat BO section pada service manual.

SALURAN BAHAN BAKAR
Pemasangan konektor
Lihat BO section pada service manual
Perhatian :
Jauhkan api dari area / daerah kerja
Catatan :
Gunakan selalu gasket dan hoseband (clip) yang baru ketika mengganti komponen dan tangki bahan bakar
Setiap komponen harus dikencangkan sesuai dengan torsi pengencangannya.

 

http://www.camprung.com/2009/12/efi-sistem.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: